Kenapa gak Cak Imin saja Ketum PBNU!

“Kalau bicaranya konsolidasi besar ya harus Cak Imin, jangan tanggung-tanggung.”

Sonny Majid
image

“Gimana perkembangan PBNU,” tanya seorang rekan kepada saya melalui sambungan telepon. Saya jawab “belum jelas nih, masih buram.” 

“Oalah,” jawab rekan saya itu.

“Sepertinya bisa el-clasico, Real Madrid lawan Barca, Muktamar di Lampung bisa terulang,” kembali saya berkomentar.

“Sudahlah, kenapa gak sekalian Cak Imin saja Ketum PBNU, kan sudah banyak yang komen soal itu, kayak Gus Muwaffiq di podcast,” jelas rekan itu sembari menambahkan, “Kalau bicaranya konsolidasi besar ya harus Cak Imin, jangan tanggung-tanggung.”

Saya menjawab, “PKB-nya kang, siapa yang bisa ganti-in Cak Imin sebagai Ketum. Tinggal dia memutuskan, karena pasti PKB harus tetap dijagain biar tetap stabil.”

“Iya juga sih, terkecuali Cak Imin sudah memutuskan siapa di PKB-nya, atau PKB berembuk dulu," kata dia.

“Komposisi PBNU ke depan harus ada pembagian kewilayahan. Nasarudin Umar yang digadang-gadang masih maju mundur, nunggu kode dari istana,” papar saya lagi.

“Iya om, soalnya hari ini PBNU paling tidak ngejagain posisi tawarnya. Sisa itu yang diharapkan,” jawab dia.

“Lantas komposisinya gimana yang pas,” tanya saya.

“Gimana kalau Kang Said Rais Aam, Cak Imin Ketum, Nusron Sekjen om,” ujarnya.

“Wah gak begitu komposisinya, kalau bicara kewilayahan Sekjennya bisa dipertimbangkan Bang Andi Jamaro, gimana..? Biar kayak dulu saat sekjen almarhum Bang Muhyidin, kan mewakili Indonesia Timur," respon saya.

"Jabar gimana kang?" Tanya saya lagi. "Ya kan Jabar bisa terwakili Kang Said, Jatim Cak Imin, ya kalau menurut om Bang Andi Jamaro sekjen kan sudah pas itu wakili Indonesia Timur," pungkasnya.

"Nusron waketum ya," saya melanjutkan. 

"Bisa saja om. Kan pasti selebihnya diobrolin lagi pastinya oleh mereka," tandasnya seraya menambahkan, "Kita ini bukan siapa-siapa, hanya bisa berharap diskusi dan ngobrol-ngobrol gini aja om. Paling gak ikut mikirin lah om," pungkasnya lagi.

"Iya kang. Lihat saja perkembangannya," saya menutup percakapan siang itu.

Baca Juga Artikel Lainnya

Lihat semua →